Kamis, 23 Juli 2015

Goes to Malang

"pegangan yang kuat, nanti jatuh pulak". aku menyuruh sepupuku yang paling kecil untuk berpegangan di samping besi yang aku pegang. malam ini angin cukup kencang, lumayan untuk membuat kapal yang aku tumpangi menjadi oleng. Ibu-ibu yang duduk dekat pintu keluar itu memegang kuat-kuat suaminya yang tengah tidur, terlihat komat kamit bibirnya semakin laju seiring makin olengnya ferri. Gelap malam tak mengizinkanku menyaksikan laut biru. ya sudah, lampu-lampu di pinggir dermaga cukup membuat mata bisa dicuci. *loh..

Macet arus balik membuat mobil melaju ke arah selatan, menuju Jember. Menginap semalam untuk menghindari macet panjang di jalur utara, tapi lumayan mengistirahatkan badan juga. 
Pagi langsung berangkat menuju Malang, yang memang menjadi destinasi liburan kami.

slogan "selamat datang di kabupaten Malang" menyambut kedatangan kami setelah berjam-jam perjalanan. Penat juga. "Ini alamatnya" nenekku memberikan secarik kertas yang tertera alamat rumah saudara kami, silaturrahim sekaligus "numpang" istirahat.

1. Batu Night spectacular
Dok. Pribadi

tak butuh waktu lama. Malam hari kami berburu tempat wisata, "Batu Night Spectaculer" atau orang-orang menyebut BNS menjadi tujuan pertama.
Tempat ini memuat sangat banyak wahana. Dengan membayar 20k kita bisa masuk ke dalamnya, tapi itu belum termasuk biaya naik wahana ya guys. Ada banyak yang ditawarkan, misal rodeo, taman lampion, racing car, cinema 4D, histeria, rumah hantu dan masih banyak lagi. Harga yang ditawarkan berkisar 10k-15k, ya lumayan juga. Tapi, kita bisa masuk wahana "rumah kaca" dengan gratis.

Yang menarik perhatian saya adalah taman lampion. Kalau di jogja, ada namanya "Monumen Jogja Kembali" atau monjali. Taman lampion disini mirip dengan yang ada di Jogja, hanya saja ada lebih banyak karakter yang disediakan disini.

Kalau ingin mencoba yang ekstrim, ada namanya "Mega Mix". bagi yang punya nyali besar nggak lengkap rasanya kalau nggak nyobain wahana satu ini. ini sedikit cuplikan game nya.

BNS tak hanya penuh wahana, tapi juga ada food court, souvenir corner, foto service. 
saran aja sih, kalau kesana nggak usah pas liburan deh.. penuh sesak. Mau nafas aja susah, hehe..

2. Musem Angkut

Tampak Depan; Source: Dok. Pribadi

Besoknya kami melanjutkan perjalanan ke pasar Besar di Kota Malang untuk membeli beberapa oleh-oleh. ah, di pasar gitu-gitu aja, nggak banyak hal menarik untuk diceritakan, jadi diskip aja lah..
"Museum Angkut". cenat-cenut rasanya kepala karena nggak sabar untuk mengunjungi destinasi ini. Untuk masa liburan, kita dikenakan tarif 80k per orangnya. *lumayan mahal ya??
biaya ini belum termasuk kamera yang dibawa (kamera: bayar 25k), kalau saran sih mending pakek kamera hp aja sekiranya bagus (setidaknya >5MP), soalnya gratis.

Tapi nggak perlu khawatir, tarif mahal sebanding dengan kepuasan yang bakaln didapat.
mobil kuno, sepeda kuno, motor kuno, kendaraan tradisional indonesia, semuanya tersedia disini. Spot edukasi juga disediakan disini, khususnya untuk anak-anak. Misalnya replika cara kerja mesin, cara kerja pesawat, dan lain-lain. Kalau gila foto, disini banyak spotnya karena banyak karakter 3D yang ditawarkan. seperti bajaj, penjual sate, penjual rokok, dan masih banyak lagi.

Keliling dunia cukup disini aja guys, ada banyak replika negara yang ditawarkan seperti Amerika, Inggris, Jerman, dan beberapa negara lain. Di pintu masuk, terpampang diatasnya nama negara, layaknya papan pemberitahuan "departure" penerbangan. kayak gini nih..
Source: Dok. Pribadi

setiap negara punya keunikan masing-masing. Dan tenaang.. banyak spot foto yang disediakan. "Benar-benar serasa di luar negri, susananya mirip saat backpacker ke Singapore dulu". Pujiku dalam hati.
"Fotoin dooong, sini..sini.." huft, narsis keluargaku lumayan kental di tempat ini. 
Kalau ingin makanan atau minuman, di "Chicago Snack" tepatnya di Amerika disediakan kedai untuk beberapa cemilan dan minuman.
Source: Dok. Pribadi

Keunikan lain yang dimiliki tempat ini adalah pintu keluarnya yang didesain mirip gerbong kereta. Di sisi kiri kanannya disediakan layar dengan view kereta berjalan. Jadi serasa di dalam kereta beneran..
Di bagian luar museum ada pasar apung. unik. banyak makanan. souvenir. rest area. dan banyak bangunan khas beberapa daerah di Indonesia seperti rumah dari kalimantan, Lombok, Bali, dan lain-lain. Sedikit nih dokumentasi di museum angkut..
Pasar Apung
source: dok. pribadi


Mobil-mobil kuno
source: dok. pribadi


replika 3D Putri Diana
source: Dok. pribadi


Welcome to Las Vegas
source: Dok. Pribadi


Spot 3D
source: Dok. pribadi


Replika Buckingham Palace
source: dok. pribadi


replika 3D Menara Eiffel
source: Dok. pribadi


replika rumah toraja di pasar apung
source: dok. pribadi

Gempor pemirsa!!! saran aja kalau datang kesini harus dalam kondisi benar-benar fit, rugi kalau tidak dijelajah semua. 
Puas berkeliling berjam-jam, kamipun pulang, lewat jalur selatan juga dan menginap kembali di Jember. Paginya kami pulang ke Bali

Ada yang menarik perhatian dalam perjalanan pulang. Saat melewati pegunungan Gumitir yang memiliki jarak puluhan kilometer, ada sangat banyak (maaf) pengemis yang berdiri di sisi kiri dan kanan jalan. Jarak mereka, dari satu ke yang lain sekitar 100 meter. Bisa dibayangkan seberapa banyak mereka?? yang mirisnya lagi, banyak diantara mereka (laki-laki maupun perempuan) masih terlihat sangat sehat dan memiliki kekuatan untuk bekerja, kenapa harus melakukan ini?

Saya jadi teringat saat backpacking ke Jakarta. Bapak tua renta yang memegangi perutnya di daerah stasiun gambir, masih bekerja keras mengumpuli barang-barang bekas. Apa pemuda-pemudi itu tak malu jika melihat kerja keras beliau??
Belum lagi anak-anak turut melakukan aktivitas tersebut. Kemana orang tau mereka?? ah, kasian mental mereka..

Semoga fenomena ini menjadi perhatian dan pelajaran penting untuk kita, dan menjadi motivasi besar kedepannya. Amin..

Momen yang sangat ditunggu-tunggu adalah kembali ke kampung halaman, dan lama tempuh Berjam-jam pun tak menjadi hambatan untuk kembali.  

--Welcome to Bali--





1 komentar: