Jumat, 28 April 2017

Lagu-Lagu Korea Terbaik: Recommended


            Sampai sekarang, kebanyakan orang kalau denger “Korea” langsung nge-judge “apaan sih, banci gitu juga…”, “oh yang boyband-boyband kayak cewek-cewek itu ya” atau yang lebih sadis nih bilangnya “demen korea? Dasar alay..” 

Sebagai orang yang demen Korea (Read: Drama, Budaya, Lagu, Bahasa), gue cuma bisa haha-in ajahh. Mikir juga pasti tiap orang punya selera berbeda-beda, yekan? *curhat..

Salah satu yang gue demen dari Korea itu, lagunya. Selain karena oppa-oppa yang nyanyi punya visual ganteng, mereka memang memiliki vocal yang baik. Lagu-lagu Korea juga sudah mengikuti genre musik yang lagi trend, so bisa banget diterima oleh telinga publik di seluruh alam semesta.
Kebanyakan cakap, langsung aja ini list lagu terbaik menurut gue yang bisa banget buat didengerin meskipun lo masih asing atau ogah-ogahan sama Korea. Kalau lo emang udah dari sononya demen Korea, ya boleh deh kita sharing-sharing, sapa tau satu fandom *haha..
  1. Cypher Pt.3: Killer – BTS (2014, Album Dark & Wild).   
    Cypher Pt.3: Killer

    Lagu ini dibawain sama Rapper Line-nya boygroup yang lagi hits “BTS” (Bangtan Sonyeondan). Kalau denger lagu ini sekali dua kali rasanya berisik banget. Tapi tiga kali.. empat kali.. lima kali, bikin ketergantungan serius. FYI meskipun enggak penting-penting amat, lagu ini jadi temen gue ngerjain skripsi dari awal sampai kejilid. Beat-nya bikin semangat. Alay? Enggak dong, dengerin aja kalo enggak percaya.. 

  2. Not Today – BTS (2017, Album Wings: You Never Walk Alone).   
    Part of Not Today's MV
    Rilis bulan Februari lalu, MV (Music Video) Not Today di Youtube sudah ditonton lebih dari 77 juta kali (Februari-April). Sumpah lagu ini enak banget gaes, nambah semangat. Ini juga jadi list wajib buat nemenin keseharian gue. Lagu ini semacam fall in love at the first sight, soalnya sekali denger langsung bikin jatuh cintaah. Apa ya istilahnya.. ah gitu lah pokoknya. Langsung dengerin aja deh mending daripada ribet.
    .                                                                                                                   
  3. Never Ever – Got7 (2017, Album Flight Log: Arrival).               
    Cover of Never Ever, Flight Log: Arrival
    Lagu ini juga tergolong baru (rilis bulan Maret) dan dibawain 7 oppa-oppa ganteng. Starting lagu ini emeijing, suaranya Yugyeom itu loh renyah bat kayak keripik pisang dicocol cokelat pasta.  Recommended banget. MV Never Ever juga memiliki kualitas tinggi, hasilnya bening.. kayak yang nyanyi.                                                                                                                             
  4.  I will Go to You like The First Snow – Ailee (2017).      
    I will Go to You like The First Snow as OST "Goblin
    Menjadi OST (Original Sound Track) Drama Korea Fenomenal “Goblin”, lagu yang dibawain Ailee ini -salah satu penyanyi wanita paling berbakat Korea- berhasil meraih Perfect All Kill. Artinya, lagu ini merajai chart di semua media penjualan. Jalan ceritanya sebenarnya cukup mellow, tapi suara Ailee yang yang terkontrol mulai nada rendah sampai ke nada tinggi, membuat lagu ini langsung berkesan saat pertama kali didengerin. Cocok banget buat pengatar tidur atau buat menggalau gara-gara susah dapet ACC dari dosen.                                                  
  5.  Monster– EXO (2016, Album EX'ACT).                        
    Part of Monster's MV
    Lagu ini dibawain EXO, itu loh segorombolan oppa-oppa ganteng yang punya fans seabreg dari seantero jagad. Ngomongin EXO, jadi inget temen yang demen banget sama EXO dan berusaha menghasut gue biar ikutan demen juga (semacam MLM dan sejenisnya) *hehehehe Sorry May *smirk smile. Tapi suara Vocal Line-nya EXO emang top markotop banget dah. Makasi May betewe sudah ngenalin Eksoh..         

    Segitu aja review gue soal recommended Korean song list, tapi masih ada lagi beberapa lagu yang recommended banget buat didengerin. Apa aja? baca di bawah ya..                                
      
    • Spring Day – BTS (2017, Album Wings: You Never Walk Alone)
    • Rain – BTS (2014, Album Dark & Wild)
    •  Fxxk It – Big Bang (2016, Album Made)
    • Butterfly – BTS (2015, Album The Most Beautiful Moment in Life Pt.2)
    • Blood Sweat & Tears – BTS (2016, Album Wings) 
    • Agust D – Min Yoongi a.k.a. Suga (2016, Album Mixtape)
    •  If I Get Drunk Today (Wine) – Suran feat Changmo (2017)
    •  Boombayah – Black Pink (2016, Album Square One)
    •  Trouble Maker “Now” – Hyuna & Hyunseung  (2013, Chemistry)
    • Fly with The Wind – Baechigi feat Punch (2015, Ost School 2015)
    •  Fire – BTS (2016, Album Youth)
    •  Miracle in December – EXO (2013, Album Miracle in December)
    •  Black or White - Cross Gene (2017, Album Mirror)
    •  Cheer Up – Twice (2016, Album Page Two)
    •  I’ll be Your Mine - BTOB (2016, Album New Men)
Sebenernya masih ada banyak lagi. Tapi segitu dulu ya.. monggo kalau mau nambahin..

Kamis, 07 April 2016

Sejarah UIN Sunan Kalijaga

Sejarah
1951-1960
Periode Rintisan
 Periode ini dimulai dengan Penegerian Fakultas Agama Universitas Islam  Indonesia (UII) menjadi Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAIN) yang diatur dengan Peraturan Presiden Nomor 34 Tahun 1950 Tanggal 14 Agustus 1950 dan Peresmian PTAIN pada tanggal 26 September 1951. Pada Periode ini, terjadi pula peleburan PTAIN (didirikan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 34 Tahun 1950) dan ADIA (didirikan berdasarkan Penetapan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 1957) dengan diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 1960 Tanggal 9 Mei 1960 tentang Pembentukan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) dengan nama Al-Jami'ah al-Islamiyah al-Hukumiyah. pada periode ini, PTAIN berada di bawah kepemimpinan KHR Moh Adnan (1951-1959) dan Prof. Dr. H. Mukhtar Yahya (1959-1960)

1960-1972
Periode Peletakan Landasan
 Periode ini ditandai dengan Peresmian IAIN pada tanggal 24 Agustus 1960. Pada periode ini, terjadi pemisahan IAIN. Pertama berpusat di Yogyakarta dan kedua, berpusat di Jakarta berdasarkan Keputusan Agama Nomor 49 Tahun 1963 Tanggal 25 Februari 1963. Pada periode ini, IAIN Yogyakarta diberi nama IAIN Sunan Kalijaga berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 26 Tahun 1965 Tanggal 1 Juli 1965. Pada periode ini telah dilakukan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, dimulai dengan pemindahan kampus lama (di Jalan Simanjuntak, yang sekarang menjadi gedung MAN 1 Yogyakarta ) ke kampus baru yang jauh lebih luas (di Jalan Marsda Adisucipto Yogyakarta). Sejumlah gedung fakultas dibangun dan di tengah-tengahnya dibangun pula sebuah masjid yang masih berdiri kokoh. Sistem pendidikan yang berlaku pada periode ini masih bersifat 'bebas' karena mahasiswa diberi kesempatan untuk maju ujian setelah mereka benar-benar mempersiapkan diri. Adapun materi kurikulumnya masih mengacu pada kurikulum Timur Tengah (Universitas Al-Azhar, Mesir) yang telah dikembangkan pada masa PTAIN. Pada periode ini, IAIN Sunan Kalijaga berada di bawah kepemimpinan Prof. RHA Soenarjo, SH (1960-1972).

1972-1996
Periode Peletakan Landasan Akademik

  Pada periode ini, IAIN Sunan Kalijaga dipimpin secara berturut-turut oleh Kolonel Drs. H. Bakri Syahid (1972-1976), Prof. H. Zaini Dahlan, MA (selama 2 masa jabatan: 1976-1980 dan 1980-1983), Prof. Dr. HA Mu'in Umar (1983-1992) dan Prof. Dr. Simuh (1992-1996). Pada periodeini, pembangunan sarana prasarana fisik kampus meliputi pembangunan gedung Fakultas Dakwah, Perpustakaan, Program Pascasarjana, dan Rektorat dilanjutkan. Sistem pendidikan yang digunakan pada periode ini mulai bergeser dari 'sistem liberal' ke 'sistem terpimpin' dengan mengintrodusir 'sistem semester semu' dan akhirnya 'sistem kredit semester murni'. Dari segi kurikulum, IAIN Sunan Kalijaga telah mengalami penyesuaian    yang radikal dengan kebutuhan nasional bangsa Indonesia. Jumlah fakultas bertambah menjadi 5 (lima); yaitu Fakultas Adab, Dakwah, Syari'ah, Tarbiyah dan Ushuluddin. Program Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga dibuka pada periode ini, tepatnya pada tahun akademik 1983/1984. Program Pascasarjana ini telah diawali dengan kegiatan-kegiatan akademik dalam bentuk short courses on Islamic studies dengan nama Post Graduate Course (PGC) dan Studi Purna Sarjana (PPS) yang diselenggarakan tanpa pemberian gelar setingkat Master. Untuk itu, pembukaan Program pAscasarjana pada dasawarsa delapan puluhan tersebut telah mengukuhkan fungsi IAIN Sunan Kalijaga sebagai lembaga akademik tingkat tinggi setingkat di atas Program Strata Satu.

1996-2001
Periode Pemantapan Akademik dan Manajemen

 Pada periode ini, IAIN Sunan Kalijaga berada di bawah kepemimpinan Prof. Dr. HM. Atho Mudzhar (1997-2001). Pada periode ini, upaya peningkatan mutu akademik, khususnya mutu dosen (tenaga edukatif) dan mutu alumni, terus dilanjutkan. Para dosen dalam jumlah yang besar didorong dan diberikan kesempatan untuk melanjutkan studi, baik untuk tingkat Magister (S2) maupun Doktor (S3) dalam berbagai disiplin ilmu, baik di dalam maupun di luar negeri. Demikian pula peningkatan sumber daya manusia bagi tenaga administratif dilakukan untuk meningkatkan kualitas manajemen dan pelayanan administrasi akademik. Pada periode ini, IAIN Sunan Kalijaga semakin berkonsentrasi untuk meningkatkan orientasi akademiknya dan mengokohkan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan tinggi. Jumlah tenaga dosen yang bergelar Doktor dan Guru Besar meningkat disertai dengan peningkatan dalam jumlah koleksi perpustakaan dan sistem layanannya.

2001-2010
Periode Pengembangan Kelembagaan

 Periode ini dapat disebut sebagai 'Periode Trasformasi', karena, pada periode ini telah terjadi peristiwa penting dalam perkembangan kelembagaan pendidikan tinggi Islam tertua di tanah air, yaitu Transformasi Institut Agama ISlam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 50 Tahun 2004 Tanggal 21 Juni 2004. Deklarasi UIN Sunan Kalijaga dilaksanakan pada tanggal 14 Oktober 2004. Periode ini di bawah kepemimpinan Prof. Dr. HM. Amin Abdullah (2001-2005) dengan Pembantu Rektor Bidang Akademik Prof. Drs. H. Akh. Minhaji, MA., Ph.D, Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum Drs. H. Masyhudi, BBA, M.Si. dan Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. H. Ismail Lubis, MA (Almarhum) yang kemudian digantikan oleh Dr. Maragustam Siregar, MA.
Pada periode kedua (2006-2010) dari kepemimpinan Prof. Dr. HM. Amin Abdullah telah dibentuk Pembantu Rektor Bidang Kerja Sama. Dengan ditetapkannya keberadaan Pembantu Rektor Bidang Kerja Sama, maka kepemimpinan UIN Sunan Kalijaga pada periode kedua ini adalah sebagai berikut : PEmbantu Rektor Bidang Akademik, Dr. H. Sukamta, MA, Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum, Dr. H. Tasman Hamami, MA, Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Maragustam Siregar, MA, dan Pembantu Rektor Bidang Kerja Sama dijabat oleh Prof. Dr. H. Siswanto Masruri, MA.
Perubahan Institut menjadi universitas dilakukan untuk mencanangkan sebuah paradigma baru dalam melihat dan melakukan studi terhadap ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum, yaitu paradigma Integrasi interkoneksi. Paradigma ini mensyaratkan adanya upaya untuk mendialogkan secara terbuka dan intensif antara hadlarah an-nas, hadlarah al-ilm, dan hadlarah al-falsafah. Dengan paradigma ini, UIN Sunan Kalijaga semakin menegaskan kepeduliannya terhadap perkembangan masyarakat muslim khususnya dan masyarakat umum pada umumnya. Pemaduan dan pengaitan kedua bidang studi yang sebelumnya dipandang secara dimatral berbeda memungkinkan lahirnya pemahaman Islam yang ramah, demokratis, dan menjadi rahmatan lil 'alamin.

2010-2014
Periode
Kebersamaan dan Kesejahteraan
Berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI Nomor : B.II/3/16522/2010 Tanggal 6 Desember 2010, Guru Besar Fakultas Ushuluddin, Studi Agama dan Pemikiran Islam diberi tugas tambahan sebagai Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta masa jabatan 2010-2014. Periode di bawah kepemimpinan Prof. Dr. H. Musa Asy’arie dibantu oleh empat Pembantu Rektor yaitu:  Pembantu Rektor Bidang Akademik Dr. Sekar Ayu Aryani, M.Ag., Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum Prof. Dr. H. Nizar, M.Ag,. Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. H. Ahmad Rifai,. M.Phil., dan Pembantu Rektor Bidang Kerjasama, Prof. Dr. H. Siswanto Masruri, M.A.
Seiring dengan perkembangan jaman dan dalam rangka meningkatkan mutu penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan tinggi, dinilai organisasi tata kerja Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta perlu ditata kembali. Oleh karena itu, Organisasi Tata Kerja Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga mengalami perubahan berdasarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 26 Tahun 2013. Sesuai dengan Organisasi Tata Kerja Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga yang baru, dalam melaksanakan tugasnya, Rektor  dibantu oleh tiga Wakil Rektor yaitu: Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. Sekar Ayu Aryani, M.Ag., Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Prof. Dr. H. Nizar, M.Ag.,dan wakil Rektor Bidang Kelembagaan dan Kerja sama Dr. H. Maksudin, MA.


Sumber : http://uin-suka.ac.id/page/universitas/1-sejarah

Kamis, 21 Januari 2016

Sehari di Wonogiri

Source: Dok. Pribadi

Kota Gaplek ini bisa ditempuh 2 jam dari Jogja dengan kecepatan rata-rata 70-100 Km/jam, bisa lewat Wonosari, Gunung Kidul-Yogyakarta. Tujuan saya adalah kecamatan Pracimantoro, Wonogiri. Sebenarnya masih satu rangkaian dengan Gunung Kidul, so biasa banget kalau kita kesana nemuin tanah berkapur. Tapi yang bikin takjub, disini gunung kapur berjajar di lereng jalan raya, bahkan ada juga gunung yang terbelah dan isinya berwarna putih. Kalau nggak percaya, nih saya kasih sedikit bukti.
Gunung kapur
Source: Dok. Pribadi


Source: Dok. Pribadi


Selama perjalanan, sport jantung bisa jadi teman, bayangkan selama 2 jam naik turun gunung, sensasinya dapet banget lah.. Nggak kalah sama wahana roller coaster *lebay.
Yang menarik lagi, memasuki wilayah Wonogiri, rumah Jawa masih sangat mudah dijumpai. Bahkan kita jarang menemukan rumah modern bertembok kayak sekarang. Saya yang berdomisili di Jogja bahkan sudah jarang menemukan rumah Joglo, mungkin ini juga kali ya yang bikin saya keheranan ngeliat rumah-rumah Jawa kuno ini masih sangat eksis. 
Model Runah Jawa
Source: Dok. Pribadi

Oh iya, perlu diketahui, signal sangat susah selama perjalanan, so kalau mau pakai google map, harus di setting di awal perjalanan (start), biar nggak kehilangan arah di tengah perjalanan. Aplikasi ini bisa berjalan dalam keadaan offline, kecuali untuk mencari lokasi (membutuhkan koneksi internet). Kalau sudah terlanjur kehilangan koneksi tak perlu risau, kita bisa menggunakan GPS (Gunakan Warga Sekitar) meskipun penduduk masih jarang-jarang ditemukan selama perjalanan. Selama perjalanan saya juga hanya menemukan satu pom bensin saja, pastikan tangki bensinnya full di start perjalanan ya?

Selama satu hari, ada beberapa tempat menarik yang saya kunjungi, itung-itung sebagai bayaran dari jauhnya jarak tempuh. Yuk pantengin..
1. Museum Kars Indonesia
Kars merupakan istilah dari bahasa Yugoslavia yang berarti wilayah yang terdiri dari batuan yang mudah larut seperti batu gamping. Museum ini berada di kecamatan Pracimantoro, sekitar 40 kilo dari Wonogiri dan 50 kilo dari Pacitan. Pepohonan jati dan sawah bisa jadi pemandangan selama perjalanan ke sini, dan perlu diketahui lokasinya jauh dari pemukiman padat warga, jadi disarankan menggunakan pribadi saja untuk memudahkan akses.
Arsitektur museum ini sebenarnya mirip dengan Museum Gunung Merapi Yogyakarta, coba liat penampakannya..
Tampak depan Museum Kars Indonesia
Source: Dok. Pribadi

Tampak depan Museum Gunung Merapi
Source: Dok. Pribadi

Cukup bayar parkir, kita sudah bisa masuk ke museum ini, karena di pintu museum bertuliskan "masuk gratis".. So, tunggu apalagi..
Museum ini terdiri dari 3 lantai, lantai paling atas ada ruang nonton film, lantai 2 ada banyak batuan tiruan, koral, fosil manusia purba, dan dorama karst.
Penemuan Manusia Prasejarah
Source: Dok. Pribadi

Diorama kars
Source: Dok. Pribadi

Batu gamping
Source: Dok. Pribadi

Penunjuk arah
Source: Dok. Pribadi

Yang excited lagi ada di lantai dasar. Disini disediakan karst tiruan yang sangat besar, juga tiruan manusia purba yang hidup di wilayah bebatuan. Ada juga diorama pegunungan batu kapur, kerajinan masyarakat daerah berkapur, dan kalau pengin beli souvenir ada di lantai dasar yaaa... Kemarin saya beli topi harganya 40k, lumayan terjangkau, ada juga batuan yang dipoles menjadi sangat menarik, harganya kalau nggak salah 100k. Tertarik?
Kars tiruam
Source: Dok. Pribadi

Contoh kerajinan masyarakat wilayah berkapur
Source: Dok. Pribadi

Diorama pegunungan kapur
Source: Dok. Pribadi

Souvenir topi, dipakai abang
Source: Dok. Pribadi
Setiap diorama biasanya akan diberi penjelasan lewat layar monitor yang disediakan pihak museum. Banyak juga pengunjung berkelompok dari luar kota maupun provinsi yang datang kemari. Saat itu saya bertemu dengan rombongan jurusan Geologi Universitas Diponegoro, sepertinya mereka sedang study tour. Museum ini juga disebut-sebut museum karst terbesar se-Asia Tenggara loh.. Masih ragu mau datang keisni?

2. Goa-goa
Masih di komplek sama, terdapat goa-goa yang masih berhubungan dengan museum karst tadi. Untuk mencapai lokasi goa sebenernya tak terlalu jauh, mungkin medan yang sulit yang menyebabkan waktu tempuh menjadi terasa lama. Pengendara harus berhati-hati ya, jalannya cukup licin, terjal, belum beraspal, juga sisi jalan terdapat jurang yang lumayan curam. Saya dan abang sempat jatuh dari motor karena tak kuat menyeimbangkan jalanan yang licin. Beberapa goa berhasil kami kunjungi. Yuk liat yang pertama..
Medan tempuh
Source: Dok. Pribadi

Hamparan batuan kapur
Source: Dok. Pribadi

Tampak goa
Source: Dok. Pribadi

Saya lupa nama goa ini, pun nggak terdapat papan yang menjelaskan nama goa tersebut. Sebenarnya jalan masuk goa berada di bawah. Berhubung kami salah mengambil arah tempuh, jadilah kami menonton goa tersebut hanya dari atas. Sebelum memasuki goa, kita disediakan pemandangan hamparan putih bebatuan kapur. Saya juga kurang tahu betul ini bekas penambangan atau bagaimana. Yang jelas, this view is so amazing. Yuk cek goa yang kedua..
Tampak depan goa
Source: Dok. Pribadi

Tampak dalam goa
Source: Dok. Pribadi

Pertumbuhan batuan
Source: Dok. Pribadi

Goa ini tak jauh dari goa yang pertama, namanya goa Potro-Bunder. Dulunya Goa ini pernah menjadi tempat penggalian kalsit. Di sekitaran goa ini, tak nampak satupun rumah penduduk, yang berarti lokasinya jauh dari keramaian. Disana juga jarang pengunjung, saat itu hanya ada kami berenam; saya, abang, 2 teman abang, dan 2 pemuda-pemudi yang entah mereka itu siapa, kami tak sempat berkenalan.

Goa ini tak lagi memiliki banyak mata air, artinya pertumbuhan batunya juga minimalis. Oh iya, konon goa ini memiliki nilai spiritual yang tinggi loh.. Makanya sering dijadikan tempat bertapa. Sangat indah dan menakjubkan. Sayangnya, ada beberapa coretan-coretan yang dibuat oleh manusia tak bertanggung jawab di sisi-sisi dinding. Bahkan menurut salah satu teman abang yang memang warga asli dekat sana, banyak ditemukan alat pengaman (maaf, kon**m) yang digunakan pemuda-pemudi di dalam goa tersebut. Ckckckck...
Pantengin goa yang ketiga..
Tampak depan goa
Source: Dok. Peibadi

Tampak dalam goa
Source: Dok. Pribadi

Sisa genangan air
Source: Dok. Pribadi

Goa ini bernama Goa Sodong, yang merupakan sungai bawah tanah. Konon airnya sangat jernih dan megalir ke dalam bawah goa. Biasanya diamanfaatkan warga untuk minum dan mencuci pakaian. . Sayangnya saat kesana belum memasuki musim hujan, jadilah yang kami temui cuma sisa genangan air, huhuhu... Tapi tak apa, liat goanya aja sudah bisa ngebayangin gimana kerennya air mengalir ke dalam goa..

3. Pantai Nampu
Pantai ini bisa ditempuh sejauh sekitar 30 kilo (+/- 45 menit) dari kecamatan pracimantoro. Jarak yang sebenarnya cukup dekat untuk ditempuh. Tapi, ada satu pepatah yang saya ingat kalau ingin ke pantai Nampu ini. "Berakit-rakit kehulu berenang-renang ke tepian".. Huaaaaa, jalanannya lumayan ekstrim, saya nggak bisa jelaskan secara detail gimana sensasinya, cobain sendiri aja lah. Yang jelas, selama perjalanan, jauh dari perkampungan warga, bahkan kadang-kadang kita berada di puncak gunung. Dari atas kita juga bisa ngeliat gunung-gunung lainnya, entah itu di sisi jalan, ataupun di kejauhan sana.

Oh iya, ada yang menarik dengan perjalanan ini, coba perhatikan gambar ini..
Perbatasan
Source: Dok. Pribadi
Awalnya saya heran dengan tulisan "jatim" di papan tersebut. Saya kira itu nama daerah, eh ternyata jatim itu "Jawa Timur". Ternyata daerah tersebut sangat dekat dengan perbatasan Jawa Timur. Nanti sampai di dekat pantai, kita dimintai kontribusi 2k oleh pemuda-pemuda sana, dan jika sudah sampai parkir pantai, kita juga dimintai retribusi sebesar 2k.
Tampak atas Pantai Nampu
Pantai ini masih terbilang sepi dan masih asri. Tak banyak yang datang kesini, mungkin belum terlalu terekspos juga. Oh iya, pantai ini merupakan rangkaian dari pantai yang ada di Pacitan, kebayang kan gimana eloknya. Pasirnya putih, airnya berwarna hijau dan biru, masih sangat alami.
Jangan lupa menggunakan topi jika berkunjung siang hari. Dan kalau haus, tak perlu bingung, banyak warung yang menjajakan es atau sekadar makanan kecil.

Yang unik lagi, Bapak parkir disana memberi tahu saya, bahwa perbatasan Jawa Timur-Jawa Tengah adalah pohon kelapa yang ada di bawah sana. Namun untuk perbatasan resmi, terdapat tugu kecil yang menjadi pembatas antar keduanya. Jika ingin melihat, kita bisa berjalan kaki ke bawah. Sayangnya saat itu cuaca sangat panas dan saya harus segera kembali ke jogja, jadilah akhirnya cuma mendengarkan cerita Bapak parkir tadi.

Untuk menjangkau pantai lebih dekat, kita harus menuruni puluhan tangga. Pantai ini juga ada tebing ataupun tumpukan karang. Perlu diingat, ini merupakan rangkaian pantai selatan, jadi ombaknya kadang-kadang datang cukup tinggi. Saya share sedikit ya view pantainya..
Source: Dok. Pribadi

Source: Dok. Pribadi

Source: Dok. Pribadi

Source: Dok. Pribadi

Source: Dok. Pribadi
Untuk gambar terakhir, saya ambil di sekitaran tempat parkiran. Memang, masalah klasik wilayah berkapur adalah kesulitan air bersih.
Semoga tulisan ini dapat menjadi referensi ataupun membawa manfaat, aminn... Tengkyu sudah berkunjung.