Jumat, 18 September 2015

Berhijab itu nikmat



Kenapa sih kita mesti nutup aurat?
Yah, pertanyaan ini sangat kompleks. Jawabannya karena perempuan diciptakan lebih indah dari laki-laki. Saya ambil contoh, gimana ekspresi laki-laki kalo ngeliat aurat perempuan, misalnya (maaf) pakaian perempuan tersebut berdada rendah, bukan main hebohnya. Nah kalo jika sikonnya dibalik, gimana ekspresi perempuan kalo ngeliat laki-laki yang nggak pake kaos, atasan, dan sebagainya? tentu berbeda, kan?
Saya sempat heran, bukankah semakin maju peradaban, semakin tertutup pula pakaiannya. Kalo kita ngeliat jauh ke belakang, jelas!! Kaum primitif pake pakaian dengan bahan seadanya karena pemikiran mereka masih terlampau sederhana, sehingga aurat bertebaran dimana-mana. Nah kalo sekarang, dengan teknologi dan pemikiran yang udah maju pesat, masih ngikut juga sama kaum primitif?
Sebenernya, apa sih fungsi pakaian?
Hakikatnya, pakaian itu berfungsi menutupi tubuh. Tapi sekarang fungsi estetika sudah turut andil, bahkan hampir 80%, yang biasa disebut “fashion”. Bahkan jilbab, yang berfungsi menyembunyikan kecantikan, eh ikut-ikut kena fashion juga. Perlu digarisbawahi, “Jilbab bukanlah fashion, dan fashion bukanlah bagian dari jilbab”, simple ‘kan?
Saya juga pernah ikut-ikutan marakin fashion dengan jilbab. Nah piye? Celana jeans ketat, kaos dengan lengan hampir sesiku, jilbab dibawa kebelakang (nggak nutup dada), dan parahnya saya stay cool dengan gaya tersebut selama  bertahun-tahun, pemirsa. Nggak mencerminkan muslimah banget lah pokoknya.
Beberapa bulan lalu, iseng-iseng dirumah nyobain make jilbab paris, sengaja saya lapis dua dan agak dipanjangi dikit biar nggak nerawang dan nutup dada. Kok nyaman ya? Esoknya saya nyoba buat beli jilbab instan yang agak lebar trus dipake kesana-kemari.
“mentang-mentang kuliah di jogja, sekarang jilbabnya kaya gitu ya na?” eh dalam masa testing aja udah banyak yang nyibir. Dengan pengetahuan jilbab yang seujung kuku, langsung galau deh. Iya nggak iya nggak iya nggak. Nggak! Kataku. Akhirnya aku kembali berpakaian ala-ala fashion jaman sekarang. Tapi Alhamdulillah sekembali ke Jogja, pelan-pelan saya ubah penampilan. Jauh dari Cibiran? Ya nggaklah,, dapat banyak banget malah.
Tapi setelah berubah (bukan jadi power ranger loh ya), saya mulai ngerasain dampaknya.
Dulu, saat jeans jadi teman akrab, saya sering digangguin laki-laki. Dipanggil sayang lah, diucapin salam lah, disiul-siul lah, bahkan parahnya bapak-bapak juga ikut gangguin. Astagfirullah.
Sekarang beda banget. Dengan pakaian yang saya usahakan sudah menutup seluruh aurat, jarang ada laki-laki yang mau gangguin. Yang lebih mengesankan lagi, pas beli nasi goreng dan mas penjualnya mau ngasi kembalian, uangnya dipegang di sisi paling ujung, dengan asumsi jangan sampai nyentuh tangan saya. Subhanallah. Serasa dihormati jadi perempuan. Nggak kaya dulu digangguin sana-sini.
Inilah alasan dibalik Allah nyuruh perempuan nutup aurat dalam penggalan surat Al-Nur ayat 31 yang artinya “....Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya,... ”
Namun, apakah berhijrah itu tidak menghadapi masalah? Untuk mencapai jenjang yang lebih tinggi, kita memang harus menghadapi ujian, semisal SMA. Untuk mencapai jenjang tersebut, kita harus melewati ujian nasional, ujian sekolah, dan beberapa ujian lainnya. Begitupun berhijab. Beberapa bulan lalu, aku pernah dibilang kayak emak-emak, pernah dipanggil  dengan sapaan “Ibu” sama orang yang sebaya, pernah jadi pusat perhatian di Singapore (mungkin dikira teroris), pernah dicurigai mau jadi TKW di imigrasi Malaysia, pernah dijudge aku seorang TKW oleh penumpang pesawat bahkan ditanyai gaji jadi TKW, dan masih banyak lagi kejadian-kejadian yang dulunya sedikit menjadi tekanan, sekarang Alhamdulillah sudah kebiasaan kali ya, makanya udah kebal dan disenyumin aja.
Namanya juga lagi berusaha ngejer hadiah syurga, susah.. kalo gampang mah palingan dapatnya kipas angin, wkwkwk *becandasejenak.
Mari nutup aurat, bukan orang lain loh yang nyuruh, tapi Allah langsung. Manfaatnya bakalan kamu rasain sendiri. Lupakan fashion. Raih pujian nggak usah dari manusia, itu semu doang. Raih pujian lebih indah dari Allah SWT.
“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita solehah” (HR Muslim: 1467). Wallahu a’lam.

Nyamannya naik Kereta api



Balik kiri.. Balik kanan.. balik kiri lagi, lagakku macam di sinetron-sinetron. Aku masih belum bisa memejamkan mata, bahkan masih menyadarkan diri bahwa esok adalah benar-benar esok. Esok tanggal 27 September, hari yang sudah tertera di tiket pemberangkatan Banyuwangi-Surabaya. Ngambang.. nyata tetapi masih seperti mimpi aku harus kembali ke rantauan. Jam 3 pagi aku berhasil memejamkan mataku berharap esok tak pernah menjadi esok. Namun sia-sia, waker di hp yang sengaja aku setting di pukul 04.30 berdering tanpa ampun. Tas-tas yang akan menemaniku sepanjang perjalanan sudah berderet rapi di kamarku. Aku bersiap-siap penuh kemalasan.
Ibuku sudah berkemas dari tadi, tak lupa mempersiapkan sarapan karena beliau juga turut mengantarku sampai ke statsiun, pun Sultan sepupuku yang masih kecil merengek hendak mengantarku.
Sampai di atas kapal aku masih tidak enak hati, terlebih saat menatap wajah ibu.. Berat sekali rasanya akan berpisah beberapa bulan dengan beliau, tapi mau nggak mau ya harus mau. Jam di stasiun menunjukkan pukul 08.00 WIB, sejam lagi keretaku bergerak menuju Surabaya. 

“Kenapa jam ini berputar sangat cepat, oh Allah..” aku ingin berlari pulang, ikut bersama ibuku. Tapi aku malu dengan usiaku, harus terlihat tegar di depan wanita yang paling tegar itu. 15 menit sebelum keberangkatan, aku diantar ibu sampai ke tempat check in dan berusaha memendam air mata. Kunaiki kereta dan mencari tempat duduk yang tertera di tiket, 2C.
“exactly,,” desisku sambil mencocokkan tiket dengan nomor kursi yang tertera di depanku dan kuamati beberapa kali.
Hari ini aku pergi menuju Yogyakarta, dengan mengambil Rute Banyuwangi-Surabaya, Surabaya-Yogyakarta. Ganti kereta api pula. Sebenarnya ada sih kereta api yang langsung ke Yogyakarta, Cuma... terlalu sesak untuk perjalanan jarak jauh. 6 orang tak dikenal duduk berhadapan selama 14 jam, lutut-lutut saling bertemu, haish.. nyerah aja lah!!
Kereta api mutiara timur mulai bergerak, jam berganti jam terus terlewati. Sawah dan perumahan terus berganti jadi view pagi ini sampai jam tanganku menunjukkan pukul 15.30 WIB. Sampai di stasiun Surabaya, aku mengontrol diri agar tidak seperti anak hilang, penunjuk arah yang sangat jelas membatuku menemukan jalan keluar. Kereta selanjutnya adalah KA Bima. Hanya saja, kereta ini datang sekitar 1 setengah jam lagi.

Untuk mengatasi rasa bosan, ternyata stasiun ini ada hiburannya loh. Unik memang. Ribuan orang-orang yang sedang menunggu KA merasa terhibur dengan kehadiran mereka. Nggak dipungut biaya sih kalau mau nonton, Cuma... kalau memberikan uang seikhlasnya juga boleh kok, di depan mereka ada kaleng yang mungkin sengaja mereka letakkan disana. Mereka digaji nggak sama pihak KA? Kurang tau juga mbak-mbak.. mas-mas..
Stasiun ini besar banget, aneka jajanan berjajar disana. Aku tertarik untuk mengunjungi Dunkin Donuts dan membeli donat kesukaanku. Donat berlapis gula putih, dan di dalamnya ada coklat lumer. Masha Allah, enaknya ngalahin nasi sayur yang ada di Jogja.. Beneran!!
“Monggo mbak..mas.. yang mau menaiki KA Bima silakan masuk”. Petugas yang berjaga di entrance sudah mempersilakan penumpang untuk masuk ke kereta, ya emang sih keretanya baru berangkat setengah jam lagi. Tapi aku mutusin buat masuk aja langsung ke kereta. Lumayan buat tidur.. Keretanya nyaman banget pemirsa, 11:12 lah sama pesawat. Mungkin formasinya mirip dengan pesawat garuda bombardir, 2:2. Tempat selonjoran kaki, selimut, bantal, kursi empuk, nggak bising, bikin betah aja berlama-lama di dalam kereta. Kamar mandinya juga bagus bingit, nggak ada bau-bau yang bikin kepala pusing. Yang hebatnya lagi, Jarak dari Solo ke Klaten hanya ditempuh setengah jam, padahal biasanya sejaman. Waktu 5 jam perjalanan nggak berasa. Jam 22.00 WIB tepat, KA Bima tiba di Stasiun kereta Api Yogyakarta. Aku ikut menghambur dengan penumpang lain untuk keluar dari kereta.
Huaaaa... Welcome to Yogyakarta, siap-siap menjalani aktivitas sebagaimana biasa.

Fakta-fakta unik Singapura


            Siapa yangg nggak kenal Negara dengan landmark singa ini? Sebagian orang sudah tau Negara yang termasuk dalam Asia Tenggara ini mampu masuk kedalam dereta Negara-negara maju. Nah, sebagai salah satu warga negara yang berkembang, terlihat beberapa perbedaan yang akan menjadi fakta-fakta menarik Negara singa ini, apa aja sih? Check it out..

1.      Ramah pejalan kaki
dok. pribadi; pejalan kaki menyeberangi jalan


Fakta pertama melihat keramahan kendaraan-kendaraan dengan pejalan kaki. Jika kita ibaratkan, mungkin mereka punya semboyan “utamakan pejalan kaki” dalam berkendara. Kenapa  saya berkata demikian? Hal ini sudah saya lihat dan buktikan langsung. Ketika hendak menyebrang, saya memilih untuk berhenti dan membiarkan taksi lewat, namun apa yang terjadi diluar dugaan, karena biasanya memang saya harus mengalah dengan pengendara. Taksi itu berhenti dan saya pun berehenti, alhasil  kita malah saling bengong dan slow motion pandang-pandangan ala sinetron. Astagfirullah. Namun lambaian tangan bapak itu menyadarkan dan mempersilahkan saya untuk menyebrang terlebih dulu.

2.      Menggunakan transportasi umum
dok. pribadi; warga menggunakan MRT

That’s right!! Sebagian besar masyarakat Negara ini memilih menggunakan trasportasi umum karena dinilai lebih murah dan nyaman. Kita nggak jarang loh ngeliat orang kantoran mondar-mandir di station untuk mengantri naik MRT. Dan yang sangat terlihat bahwa mereka tidak mementingkan gengsi, disamping karena harga parkir kendaraan dipatok harga selangit.

3.      Air keran higienis
Nggak jarang kita liat masyarakat disana minum air langsung dari kerannya. Jangan mikir jorok dulu ya? Air keran disini memang higienis dan sudah diproses dulu, kalo di Indonesia sih mungkin sudah sama standarnya sama air kemasan. Nah bagi yang ingin backpacker ke Negara ini, nggak ada salahnya untuk membawa botol dari Indonesia, nanti disana tinggal isi ulang, lumayan untuk menekan budget.
Liat nih botol yang kami bawa dari Indonesia!!
Dok. Pribadi

4.      Bersih
Singapura masuk ke dalam jajaran Negara-negara terbersih di dunia. Bukan tanpa alasan, Negara ini bisa dibilang hampir terebas dari masalah sampah. Bagaimana tidak? Denda yang ditawarkan bagi orang yang mebuang sampah lumayan lho, jadi mikir 1000x kalo mau buang sampah. Saya pernah merasa ketakutan karena merasa melanggar aturan ini. Saat itu secara tidak sengaja, tisu yang dibawa teman saya terbang. Kita mengejar dan memungut tisu tersebut. Ternyata hal tersebut  menjadikan pusat perhatian masyarakat disana karena terjadinya unsur ketidaksengajaan nggak termasuk wajib denda ya guys.

5.      Raja denda
Jika ingin berkunjung ke suatu negara, tak ada salahnya terlebih dahulu kita pelajari aturan-aturan yang berlaku disana. Termasuk Singapura. Negara satu ini memang sangat sensitif terhadap denda. Ada beberapa pelanggaran yang mewajibkan kita untuk membayar denda. Biaya denda yang harus kita bayar sangat mudah untuk kita jumpai karena tertera di tempat-tempat yang mudah untuk dilihat orang. Contoh real yang saya temui adalah di belakang bungkus gantungan kunci yang saya beli disana. Kira-kira gambarnya seperti ini.
Daftar biaya dendanya sebagai berikut.
·         Membawa benda yang mudah terbakar           = S$ 5000
·         Menyampah                                                    = S$ 1000
·         Makan dan minum dalam transportasi umum    = S$ 500
·         Membawa hewan peliharaan                           = S$ 500
·         Buang air kecil dalam lift                                  = S$ 500
·         Memakan permen karet                                   = S$ 1000
·         Merokok                                                         = S$ 1000
·         Meludah                                                          = S$ 1000
Terakhir saya ke Singapura, kurs dolar Singapura adalah IDR 9600. Bisa dikalikan sendiri kan berapa biaya denda yang mesti dibayarkan jika membayar satu pelanggaran. Jangan sampai niat kita ingin travelng seminggu malah jadi kerja disini berbulan-bulan buat bayar denda.

6.      Jalannya cepat
Prinsip yang tertanam pada negara maju bahwa “waktu adalah uang”. Dengan demikian, setiap individu memiliki asumsi bahwa dirinya tidak boleh didahului orang lain dan harus menghargai waktu. Inilah penyebab mengapa warga lokal berjalan sangat cepat. Awalnya sempat kaget juga melihat cara berjalan mereka sangat gesit. Tapi jika sudah terbiasa, semua akan tampak biasa.
Nah, saya kira itulah hal-hal unik yang saya jumpai saat travelling ke Singapura. Jika ada hal unik lain, monggo ditambahkan...