Rabu, 04 November 2015

Selamat mengulang tahun

Hana Rosila, gadis yang dulu kecil, tanpa terasa waktu membawanya cepat menuju usia 21 tahun. Ritual menahun ini tak ubahnya hari-hari lain. Tak ada yang spesial. Tugas, makan, kuliah, dan aktivitas lain berjalan seperti biasa, Padahal ini tanggal 4 November. Artinya, sudah 252 bulan dia berinteraksi dengan dunia.
Ia tak banyak berharap, dan menatap semua hari sama saja. Ini hanya semacam formalitas patokan penentu bertambahnya usia seseorang di dunia.
Tentu ini bisa dipandang dari sudut yang berbeda. Pertanyaannya, seberapa banyak kontribusi yang sudah diberikan selama 21 tahun?? Berapa banyak dosa yang dibuat sepanjang hayat? berapa lama lagi kesempatan yang diberikan tuhan untuk memperbaiki diri?? persiapan apa yang sudah dibangun untuk menyambut masa yang tentu akan terus bergulir? Dia merenung. Mencoba memahami pemberontakan yang terjadi dalam batinnya. Ia hampir menangis, tapi tertahan. Perkuliahan berlangsung sampai magrib, setidaknya sedikit mengalihkan batinnya yang sedang kacau.
Ucapan "selamat ulang tahun" terus membanjiri sosial media yang ia miliki. Facebook, Whatsapp, dan bbm. Tak lupa doa-doa yang turut mewarnai pesan, di-amin-i keras olehnya, seolah penuh harap akan segera diijabah.
Cake-cake tahunan sebagai simbol pertambahan usia, menghiasi magrib yang sejuk seusai menunaikan ibadah. Teman-teman yang memberikannya. Tak ada alasan untuk menolak pemberian. Teman yang lain datang berjalan kaki menjinjing bungkusan kado coklat tua, dan sekotak tart kuning bertuliskan Namanya. Cukup menyenangkan untuk sekadar perayaan penambahan usia.
Hari ini, tak lain yang diingatnya adalah orang tua. Bagaimana bisa mereka mebesarkannya tanpa patah semangat sampai saat ini. Doa-doa yang terlantunkan tak henti ia aminkan. Mereka berharap, Hana Rosila akan menjadi pribadi yang lebih baik lagi, setidaknya dengan patokan dasar 1 tahun ke depan. Dan tahun depan, jika masih ada umur, akan didoakan hal yang serupa.
Terakhir, sebagai penutup tanggal 04 November, seorang pemuda mengucapkan doa yang tidak berbeda dari yang lain. Sekadar menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tak ada yang spesial memang jika dilihat kasar mata, tapi tidak dari sudut pandang seorang Hana. Dia berharap do'a dan ucapan tersebut terus diucapkan oleh orang yang sama, sampai dia benar-benar diperintahkan untuk "beristirahat"...

Semoga doa-doa yang terlantun, diperkenankan terkabulkan oleh Allah SWT. Aminnn... 

Selamat Ulang Tahun ke-21, Hana Rosila



Dok. Pribadi

Dok. Pribadi



1 komentar: