Sebagai mahasiswa ilmu perpustakaan, saya sedikit sensitif dengan
yang namanya “perpustakaan”. Kalau bisa diibaratkan, saya lebih mirip “Kucing
bertemu tikus”, dimana kucing dengan greget
mengejar tikus sampai mendapatkannya. Beberapa bulan lalu saya berkunjung ke
luar negeri untuk pertama kali, tepatnya Malaysia dan Singapore. Tentu saja
kesempatan emas ini tidak saya sia-siakan begitu saja. Beberapa perpustakaan
berhasil saya kunjungi dan dokumentasikan. Apa saja? Yuk intip..
1.
National
Library of Singapore
Dari namanya pasti sudah tau kan? Dimana hayoo? Yup, tepat sekali.
Singapore. Lokasinya sangat dekat dengan Bugis street (Pusat belanja murah),
sekitar 10 menit. “Waaahh” itulah ekspresi takjub yang pertama kali saya
lontarkan. Dengan rasa penasaran yang tidak bisa ditahan lagi, saya langsung
saja menelusuri di dalamnya seperti apa. Ini dia penampakannya.
| tampak fisik; Dok. Pribadi |
![]() |
| Ruang Koleksi; Dok. Pribadi |
Pesona perpustakaan di negara dengan landmark singa ini memang
membuat geleng-geleng kepala. Buku terbaru yang dipajang, Arabic Corner,
child corner, bisa menjadi daya tarik dari perpustakaan ini. Demikian
juga pengunjung yang bisa dibilang sangat banyak.
2.
Perpustakaan
National university of Singapore (NUS)
![]() |
| Dok. Pribadi |
Nah, yang ini dimana hayoooo? Masih di negara sama, namun lokasinya
berbeda. Kali ini perpustakaanya ada di dalam kampus dan digunakan oleh seluruh
civitas akademik kampus NUS. Tidak banyak yang berhasil saya liput, terkait
saya bukan member dan hanya mengunjungi sesaat saja. Jadi saya belum bisa
memberikan keterangan lngkap mengenai perpustakaan satu ini. Ini dia
penampakannya.
| Central Library; Dok. Pribadi |
3.
Perpustakaan
Woodlands
Lokasinya masih di Singapore. Perpustakaan ini semacam tingkat
daerah, yang daerahnya bernama Woodlands. Sayangnya saya tidak sempat
mengabadikan momen disana, bahkan sekadar menjumapi pustakawannya pun tidak.
Kondisi saat itu sangat kelelahan. Namun over all, it’s still amazing.
4.
Perpustakaan
Negara Malaysia
Bisa ditebak kan ini lokasinya dimana? Kita udah pindah negara loh.
Perpustakaan ini sekelas dengan Perpusnas, yaitu tingkat negara. Jangan ditanya
kalau soal fisiknya. Ini sedikit penampakannya.
![]() |
| Tampak fisik; Dok. Pribadi |
![]() |
| Book Drop; Dok. Pribadi |
![]() |
| Current collection; Dok. Pribadi |
Tidak Cuma kuantitas, dari segi kualitas juga sudah sangat
menjanjikan. Belum lagi perpustakaan ini juga bekerja sama dengan pihak
Samsung, dan Teknologi RFID sangat gampang untuk dijumpai. Untuk
mengembalikan buku, bisa ditaruh diatas motor pengangkut buku jadi nggak usah susah-susah naik ke gedung perpustakaan. It’s so
simple kan? Yep memang. Kafe, perpustakaan anak, dan beberapa koleksi baru
yang terpajang, merupakan daya tarik yang dimiliki perpustakaan satu ini.
5.
Perpustakaan
Kuala Lumpur
Yah, bisa ditebak lagi kan lokasinya? Benar!! Kuala Lumpur. Ini
semacam perpustakaan daerah yang bertempat di dekat dataran merdeka-salah satu
lokasi wisata-yang ramai dikunjungi. Dari segi fisik, perpustakaan ini sangat
memikat. Jangan salah, didalamnya pun tak kalah hebat dengan perpustakaan
lainnya meskipun dari segi koleksi tidak sebanyak perpustakaan tingkat negara.
Teknologi RFID, ruang baca nyaman, tempat diskusi, jendela besar menjadi daya
tarik dari perpustakaan ini. Ini dia penampakannya..
| Tampak fisik; Dok. Pribadi |
6.
Perpustakaan
Kanak-kanak Kuala Lumpur
Lokasinya sangat berdekatan dengan perpustakaan Kuala Lumpur,
Sayangnya perpustakaan ini hanya mengizinkan member untuk masuk ke dalam. Dengan
gigit jari, sedikit saya dokumentasikan fisik dari perpustakaan ini meskipun
kualitas dari perpustakaan ini masih belum saya ketahui. Yang jelas, pengembalian
mandiri sudah diterapkan disini, hal ini dapat dibuktikan dengan adanya
komputer dan desk tempat pengembalian buku yang ditempatkan di depan
perpustakaan.
![]() |
| Tampak Fisik; Dok. Pribadi |
7.
Perpustakaan
Komuniti
Nah, masih di Malaysia, perpustakaan ini sangat unik karena
lokasinya ada di dalam mall. Perpustakaan ini sebenarnya setara dengan TBM yang
banyak ada di Yogyakarta. Hanya saja pengemasan dan lokasi yang stratergis,
membuat perpustakaan ini sangat diminati. Staff yang ada di dalamnya konon volunteer
yang tergabung dalam satu komunitas, sehingga mereka bergantian menjaga dan
merawat perpustakaan ini. Remaja diskusi, orang tua membaca buku, anak-anak
belajar membaca bisa kita temui disini. Namun berbeda dengan TBM, perpustakaan
ini bernaung dibawah perpustakaan negara Malaysia, sehingga buku-bukunya banyak
yang berasal dari sana. Penasaran dengan penampakannya? Ini dia..
| Perpustakaan Komuniti; Dok. Pribadi |
![]() |
| Reading area; Dok. Pribadi |
8.
Perpustakaan
International Islamic University Malaysia (IIUM)
Yeah, the last one, yaitu perpustakaan yang ada di dalam kampus
impian saya, IIUM. Sebelumnya, saya hanya mampu menatapnya lewat mbah google
saja. Masih seperti mimpi rasanya mampu menapakkan kaki di kampus yang saya
cita-citakan ini. Dari mbah google, saya melihat kemegahan yang
ditawarkan, dan tak salah, penampakan aslinya pun lebih menakjubkan lagi. Yang
sangat disayangkan, saya tidak sempat masuk didalamnya lantaran saya sampai
disana Jumat siang, bertepatan dengan Shalat Jumat. Tapi saya tetap bersyukur
dapat mengabadikan beberapa sudut yang tak henti-hentinya saya kagumi. Bendera
Malaysia, scan masuk, Koleksi, sirkulasi desk dan banyak lagi hanya mampu saya
tatap dibalik pintu kaca bening. Kuantitas dari perpustakaan ini sangat
menjanjikan, mungkin kualitasnya tak kalah hebat. Kemungkinan teknologi yang
diterapkan sudah terbilang canggih melihat perpustakaan ini bernaung dibawah
kampus yang di dalamnya studi lebih kurang 80 negara. Lain kesempatan, Insya
Allah akan lebih tau banyak tentang perpustakaan ini. Penasaran fisiknya seperti
apa? Ini dia,,
![]() |
| Tampak Fisik; Dok. Pribadi |
![]() |
| Locker depan; Dok. Pribadi |
![]() |
| Thank You for Dressing Well; Dok. Pribadi |
![]() |
| Entrance; Dok. Pribadi |
Itu dia
beberapa perpustakaan yang sempat saya kunjungi di dua negara tersebut. “Rajin
amat, ngetrip aja masih sempat-sempatnya ke perpustakaan” komentar salah satu
orang tentang perjalanan saya ke perpustakaan. Karena wisata literasi sama
menariknya dengan berkunjung ke tempat-tempat wisata lainnya. Bagi yang
tertarik dengan wisata literasi, tak ada salahnya buat mengunjungi
perustakaan-perpustakaan di atas. Perkaya pengetahuan kita dengan perpustakaan.













judi sabung ayam
BalasHapus