Jumat, 18 September 2015

Wisata Literasi

Sebagai mahasiswa ilmu perpustakaan, saya sedikit sensitif dengan yang namanya “perpustakaan”. Kalau bisa diibaratkan, saya lebih mirip “Kucing bertemu tikus”, dimana kucing  dengan greget mengejar tikus sampai mendapatkannya. Beberapa bulan lalu saya berkunjung ke luar negeri untuk pertama kali, tepatnya Malaysia dan Singapore. Tentu saja kesempatan emas ini tidak saya sia-siakan begitu saja. Beberapa perpustakaan berhasil saya kunjungi dan dokumentasikan. Apa saja? Yuk intip..

1.      National Library of  Singapore
Dari namanya pasti sudah tau kan? Dimana hayoo? Yup, tepat sekali. Singapore. Lokasinya sangat dekat dengan Bugis street (Pusat belanja murah), sekitar 10 menit. “Waaahh” itulah ekspresi takjub yang pertama kali saya lontarkan. Dengan rasa penasaran yang tidak bisa ditahan lagi, saya langsung saja menelusuri di dalamnya seperti apa. Ini dia penampakannya.
tampak fisik; Dok. Pribadi

Ruang Koleksi; Dok. Pribadi

Pesona perpustakaan di negara dengan landmark singa ini memang membuat geleng-geleng kepala. Buku terbaru yang dipajang, Arabic Corner, child corner, bisa menjadi daya tarik dari perpustakaan ini. Demikian juga pengunjung yang bisa dibilang sangat banyak.

2.      Perpustakaan National university of Singapore (NUS)
Dok. Pribadi
Nah, yang ini dimana hayoooo? Masih di negara sama, namun lokasinya berbeda. Kali ini perpustakaanya ada di dalam kampus dan digunakan oleh seluruh civitas akademik kampus NUS. Tidak banyak yang berhasil saya liput, terkait saya bukan member dan hanya mengunjungi sesaat saja. Jadi saya belum bisa memberikan keterangan lngkap mengenai perpustakaan satu ini. Ini dia penampakannya.
  
Central Library; Dok. Pribadi

3.      Perpustakaan Woodlands
Lokasinya masih di Singapore. Perpustakaan ini semacam tingkat daerah, yang daerahnya bernama Woodlands. Sayangnya saya tidak sempat mengabadikan momen disana, bahkan sekadar menjumapi pustakawannya pun tidak. Kondisi saat itu sangat kelelahan. Namun over all, it’s still amazing.
4.      Perpustakaan Negara Malaysia
Bisa ditebak kan ini lokasinya dimana? Kita udah pindah negara loh. Perpustakaan ini sekelas dengan Perpusnas, yaitu tingkat negara. Jangan ditanya kalau soal fisiknya. Ini sedikit penampakannya.
Tampak fisik; Dok. Pribadi
Book Drop; Dok. Pribadi

Current collection; Dok. Pribadi

Tidak Cuma kuantitas, dari segi kualitas juga sudah sangat menjanjikan. Belum lagi perpustakaan ini juga bekerja sama dengan pihak Samsung, dan Teknologi RFID sangat gampang untuk dijumpai. Untuk mengembalikan buku, bisa ditaruh diatas motor pengangkut buku jadi nggak usah susah-susah naik ke gedung perpustakaan. It’s so simple kan? Yep memang. Kafe, perpustakaan anak, dan beberapa koleksi baru yang terpajang, merupakan daya tarik yang dimiliki perpustakaan satu ini.
5.      Perpustakaan Kuala Lumpur
Yah, bisa ditebak lagi kan lokasinya? Benar!! Kuala Lumpur. Ini semacam perpustakaan daerah yang bertempat di dekat dataran merdeka-salah satu lokasi wisata-yang ramai dikunjungi. Dari segi fisik, perpustakaan ini sangat memikat. Jangan salah, didalamnya pun tak kalah hebat dengan perpustakaan lainnya meskipun dari segi koleksi tidak sebanyak perpustakaan tingkat negara. Teknologi RFID, ruang baca nyaman, tempat diskusi, jendela besar menjadi daya tarik dari perpustakaan ini. Ini dia penampakannya..
Tampak fisik; Dok. Pribadi




 
Current Book; Dok. Pribadi
6.      Perpustakaan Kanak-kanak Kuala Lumpur
Lokasinya sangat berdekatan dengan perpustakaan Kuala Lumpur, Sayangnya perpustakaan ini hanya mengizinkan member untuk masuk ke dalam. Dengan gigit jari, sedikit saya dokumentasikan fisik dari perpustakaan ini meskipun kualitas dari perpustakaan ini masih belum saya ketahui. Yang jelas, pengembalian mandiri sudah diterapkan disini, hal ini dapat dibuktikan dengan adanya komputer dan desk tempat pengembalian buku yang ditempatkan di depan perpustakaan.
Tampak Fisik; Dok. Pribadi
 
Book Drop; Dok. Pribadi
7.      Perpustakaan Komuniti
Nah, masih di Malaysia, perpustakaan ini sangat unik karena lokasinya ada di dalam mall. Perpustakaan ini sebenarnya setara dengan TBM yang banyak ada di Yogyakarta. Hanya saja pengemasan dan lokasi yang stratergis, membuat perpustakaan ini sangat diminati. Staff yang ada di dalamnya konon volunteer yang tergabung dalam satu komunitas, sehingga mereka bergantian menjaga dan merawat perpustakaan ini. Remaja diskusi, orang tua membaca buku, anak-anak belajar membaca bisa kita temui disini. Namun berbeda dengan TBM, perpustakaan ini bernaung dibawah perpustakaan negara Malaysia, sehingga buku-bukunya banyak yang berasal dari sana. Penasaran dengan penampakannya? Ini dia..
Perpustakaan Komuniti; Dok. Pribadi

Reading area; Dok. Pribadi

8.      Perpustakaan International Islamic University Malaysia (IIUM)
Yeah, the last one, yaitu perpustakaan yang ada di dalam kampus impian saya, IIUM. Sebelumnya, saya hanya mampu menatapnya lewat mbah google saja. Masih seperti mimpi rasanya mampu menapakkan kaki di kampus yang saya cita-citakan ini. Dari mbah google, saya melihat kemegahan yang ditawarkan, dan tak salah, penampakan aslinya pun lebih menakjubkan lagi. Yang sangat disayangkan, saya tidak sempat masuk didalamnya lantaran saya sampai disana Jumat siang, bertepatan dengan Shalat Jumat. Tapi saya tetap bersyukur dapat mengabadikan beberapa sudut yang tak henti-hentinya saya kagumi. Bendera Malaysia, scan masuk, Koleksi, sirkulasi desk dan banyak lagi hanya mampu saya tatap dibalik pintu kaca bening. Kuantitas dari perpustakaan ini sangat menjanjikan, mungkin kualitasnya tak kalah hebat. Kemungkinan teknologi yang diterapkan sudah terbilang canggih melihat perpustakaan ini bernaung dibawah kampus yang di dalamnya studi lebih kurang 80 negara. Lain kesempatan, Insya Allah akan lebih tau banyak tentang perpustakaan ini. Penasaran fisiknya seperti apa? Ini dia,,
Tampak Fisik; Dok. Pribadi

Locker depan; Dok. Pribadi

Thank You for Dressing Well; Dok. Pribadi

Entrance; Dok. Pribadi

Itu dia beberapa perpustakaan yang sempat saya kunjungi di dua negara tersebut. “Rajin amat, ngetrip aja masih sempat-sempatnya ke perpustakaan” komentar salah satu orang tentang perjalanan saya ke perpustakaan. Karena wisata literasi sama menariknya dengan berkunjung ke tempat-tempat wisata lainnya. Bagi yang tertarik dengan wisata literasi, tak ada salahnya buat mengunjungi perustakaan-perpustakaan di atas. Perkaya pengetahuan kita dengan perpustakaan.


1 komentar: