Senin, 09 Februari 2015

Backpacker Gadungan


Hobi?? That's right, ini pembahasan yang menarik. entah mulai kapan, yang jelas dari dulu saya paling suka travelling. apa? nggak punya uang? sama.. saya pun tak ada duit. emang sih modal dasar itu duit, tapi setidaknya kita bisa menekan budget yang bakalan dikeluarin. solusinya?? ya ngegembel lah.. 
Travelling sebenarnya bukan cuma sekadar jalan-jalan. Travelling adalah obat stres dari rutinitas yang bikin otak jadi mumet. selain itu, travelling bikin kita sadar betapa kecilnya kita di hadapan tuhan. Subhanallah banget kan?? yelah, jawaban anak UIN. Berikut sedikit cerita ngegembel di negeri seberang yang berhasil saya lakukan.
Berawal dari travelling yang sudah saya lakukan sebelumnya, dengan keberanian dan tekad yang bulat, saya putuskan untuk ngegembel di negara tetangga.
budget berapa?? tidur dimana?? makan macam mana??
oke sabar.. sabar..
Semua ini berawal dari obsesi. Tanpa obsesi, semuanya akan terasa berat (terutama masalah dana). untuk travelling kali ini saya berhasil menjelajahi 2 negara (first time) dengan budget rata-rata dua juta (termasuk tiket PP pesawat). secara singkat saya akan bahas.di negara Singapore saja, takutnya kalau kedua negaranya saya bahas, malah jadi buku. Hairun Nisa, teman seperjuangan untuk menggembel, memiliki obsesi yang sama, dengan begitu fix berangkat.
berangkat menggunakan maskapai Air Asia Malaysia, membuat saya sedikit shock karena beberapa minggu sebelum keberangkatan, maskapai yang sama mengalami kecelakaan. Muka sempet pucat pasi juga. alamaaak, dalam benak pengen dioper aja tu keberangkatan. Beberapa orang teman bahkan sempat mengintimidasi terkait maskapai tersebut. tapi apa daya? tiket sudah di tangan, sayang kan kalo nggak berangkat? 
Senai International Airport

Kami siasati untuk berangkat ke Johor Bahru terlebih dahulu sebelum akhirnya bertolak ke Singapore untuk mendapatkan biaya terbang yang lebih murah. Modal nekat, restu orang tua, Bahasa Inggris pas-pasan, sampai lah kita ke Singapore. Sesampainya di Woodlands-kantor imigrasi Singapore- bingung mau ngapain dan nanya sama  siapa, akhirnya setelah minta stempel ke pejabat imigrasi, paspor kita ditolak karena harus ngisi form. butuh setengah jam ngisi form kayak gitu karena energi sudah lumayan terkuras. Bayangkan perjalan dari siang-malam, tiba disana langsung disuruh ngerjain ujian Nasional. begitu kira-kira plesetannya.
Bebas dari imigrasi, bergegas lah kami menuju stesen/station untuk membeli STP (Singapore Tourist Pass) seharga S$16 untuk dua hari. Kartu ini digunakan sebagai pengganti uang untuk alat transportasi di Singapore, jadi kalo naik MRT (monorail) tidak membutuhkan uang tunai lagi.

Sebagian besar masyarakat Singapore lebih memilih menggunakan transportasi umum ketimbang kendaraan pribadi karena dinggap lebih nyaman dan murah disamping biaya parkir kendaraan pribadi dipatok dengan harga selangit. Sekitar satu jam menggunakan MRT, tibalah kami di Chinatown, tempat penginapan yang sudah kami pesan beberapa hari sebelum keberangkatan. Biayanya lebih murah ketimbang beberapa informasi dari mbah google yang sempat saya cek, budget yang kita keluarkan S$11/malam untuk satu orang, lumayan untuk ukuran Singapore yang serba mahal. Rehat sejenak sambil menunggu matahari terbit. Tak sabarnye nak bertualang esok, daaan.. taraaaaa.. ini dia beberapa tempat yang berhasil kami jelajahi dalam waktu 2 hari.
Chinatown

Masjid India

Sri Mariamman Temple

National University of Singapore

National Library Singapore

Bugis Street

Malay Heritage Centre

Marina Bay Sand

Esplanade Building (gedung Durian)

Sultan Mosque

Little India

Merlion Park

Pertunjukan malam di Marina Bay Sand

Universal Studio

Sentosa Island

Dah dulu ye? Next time kite sambung lagi ceritenye. Masih banyak trip yang ingin saye bagi, tapi tak sekarang, dah ngantuk sangat ni mate.. 
oh iya,, nanti kita backpacking bareng, mau??






1 komentar: